Perseteruan internal antara PKB dan NU memanas


Rilidigital,com, Jakarta – Perseteruan internal PKB dan NU memanas, Nahdlatul Ulama (NU), ormas Islam terbesar di Indonesia, dalam sejarahnya menjadi inkubator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB),

Keduanya terikat oleh nilai-nilai Islam moderat dan pluralisme yang diperjuangkan mendiang Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Namun kedua entitas tersebut pernah terlibat konflik karena berbagai masalah,

Mulai dari pemilihan presiden hingga rencana investigasi

DPR tentang penanganan pemerintah terhadap pelaksanaan haji terakhir.

Penyidikan DPR digagas Ketua PKB sekaligus anggota DPR Muhaimin Iskandar,

Yang menimbulkan dugaan ia menyasar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, adik Ketua NU Yahya Cholil Staquf.

Sebagai tanggapan, para pemimpin NU membentuk panitia khusus untuk “meninjau sejarah,” dengan tuduhan bahwa kepemimpinan PKB saat ini telah meninggalkan akar NU-nya.

Dalam rapat partai di Sumut, Jumat, Muhaimin mengatakan PKB bukan sekadar sayap politik NU

Bahwa PKB mendedikasikan sumber dayanya untuk “memajukan kepentingan seluruh rakyat Indonesia.”

Di bawah kepemimpinannya, PKB muncul sebagai partai terbesar keempat di DPR dengan meraih lebih dari 16 juta suara pada pemilu lalu.

Kini PKB menjadi partai politik berbasis Islam terbesar di Indonesia, setelah pemilu 14 Februari lalu yang memunculkan partai Islam lainnya,

Partai Persatuan Pembangunan (PPP), tersingkir dari DPR untuk pertama kalinya sejak didirikan.

Perseteruan internal antara PKB dan NU memanas

Wakil Ketua PKB Jazilul Fawaid pada Selasa mengatakan NU tidak berhak mencampuri urusan internal partai.

Jazilul menegaskan, PKB dan NU merupakan dua organisasi terpisah yang diatur dalam undang-undang berbeda.

PKB berada di bawah UU Partai Politik, sedangkan NU berada di bawah UU Ormas.

“Bagaimana ormas bisa melakukan evaluasi terhadap partai politik?” dia berkata.

Komentarnya muncul setelah Yahya, Ketua NU, mengumumkan penugasan dua ulama terhormat NU untuk mengevaluasi situasi.

Memediasi penyelesaian perselisihan yang sedang berlangsung.

Terkait panitia angket DPR terkait penyelenggaraan haji, Jazilul mengimbau Menteri Agama menghormati setiap panggilan.

“Kalau tidak salah tidak perlu takut,” kata Jazilul dalam pesan yang ditujukan kepada Menteri Yaqut.

Ia membantah tudingan NU yang menyebut PKB berada di balik kuesioner tersebut.

dengan menyatakan seluruh partai politik petahana di DPR menyetujui pembentukan panitia penyelidikan.

Pada hari Minggu, Yahya mengatakan bahwa para pemimpin PKB telah melancarkan “serangan frontal dan tajam”

Terhadap pimpinan NU beberapa bulan terakhir, tanpa memberikan keterangan lebih lanjut.

“Pimpinan NU perlu mengambil langkah-langkah yang diperlukan dan menyikapi situasi saat ini,” kata Yahya.

Ia mencatat, 20 persen pengikut NU adalah konstituen PKB dan organisasi tersebut tidak pernah melarang pengikutnya untuk bergabung dengan partai politik lain.

Sehari sebelumnya, pengurus NU menggelar pertemuan di Jakarta dan sepakat membentuk “pansus”

menyelidiki elite PKB yang “menulis ulang sejarah” dan “mengambil kendali penuh” partai.

Perseteruan internal antara PKB dan NU memanas

“Pengurus NU melihat adanya upaya sebagian kecil elite PKB untuk menulis ulang sejarah dan menjauhkan partai tersebut dari NU.

“Kita sudah berkali-kali mendengar dari elite PKB bahwa PKB bukan milik NU, tapi milik bangsa,” kata Wakil Sekjen NU Suleman Tanjung.

Benar PKB itu milik bangsa karena NU menciptakannya sebagai hadiah untuk bangsa, bukan untuk Muhaimin, elite kecil dan keluarganya, imbuhnya.

PKB didirikan pada bulan Juli 1998 oleh Gus Dur yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum NU,

Beberapa bulan setelah Suharto tiba-tiba mengundurkan diri dari jabatan presiden di tengah protes nasional terhadap pemerintahan otoriternya.

Partai baru ini memberikan alternatif suara bagi umat Islam setelah gerakan politik Islam hanya dibatasi pada satu partai, yaitu PPP, selama 32 tahun masa jabatan presiden Soeharto.

Pada debutnya pada pemilu 1999, PKB meraih 51 kursi di DPR,

Dan pemungutan suara parlemen berikutnya memilih Gus Dur sebagai presiden negara tersebut.

PKB berada dalam kekacauan setelah Gus Dur dimakzulkan oleh parlemen pada tahun 2001 karena “tidak kompeten”, dan ia menuduh Matori Abdul Djalil, ketua pertama PKB, tidak setia.

Persaingan internal untuk mendapatkan kekuasaan dan ketidakpercayaan di antara para eksekutif partai telah merusak partai tersebut sejak saat itu.

Muhaimin, dengan restu Gus Dur, naik ke kepemimpinan pada tahun 2005, mencoba menyatukan kembali pengurus PKB dan mendapatkan kembali dukungan dari pemilih,

Namun dia juga terlibat konflik dengan mantan presiden yang menuduhnya melakukan makar.

Muhaimin menolak mundur dan tetap mempertahankan posisinya sebagai ketua umum melalui keputusan Mahkamah Agung.

Ia memberhentikan putri Gus Dur, Yenny Wahid, sebagai Sekjen PKB menjelang pemilu 2009.

Muhaimin sudah hampir dua dekade memimpin PKB.


Tampilan Postingan: 2





Livescore

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top